Afirmasi Yang Tercapai

Standard

1

Kenal dan ketemu orang hebat adalah satu dari sekian hal yang saya tuliskan di buku afirmasi saya beberapa bulan yang lalu…
Awal tahun kayaknya yah karena biasanya awal tahun semangat nulisin New Year Resolution πŸ˜€

Seneng banget, kemarin dari sore sampai malam saya ketemu dan ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang hebat πŸ™‚ seperti yang ada di foto di bawah ini

Michael Yamin : dia adalah owner websitenomor1.com yang database membernya udah hampir 1juta (y), dia juga adalah MLM Leader, motivator, programmer, tukang buat web, apps de el el de el el.. banyak dah borongan dia mah πŸ˜€, termasuk… dia juga janji mau bikin saya terkenal πŸ˜€

Coach Yusa Aziz : naaahh…. ini menarik banget! saya akan posting secara khusus impression saya tentang beliau di next postingan. Dulu saya tau-nya beliau adalah Coach-nya Action Coach.. beberapa pasti tau Action Coach kan? dan beliau ini udah berhasil “ngubah” temen saya berkat ilmu Law Of Attractionnya.. Menarik banget!

Ric Erica : ini mah udah biasa beredar di timeline dan di komen saya πŸ™‚, dia ini partner gym saya, that’s it!… nothing special…hahaha… becanda dink…
Dia adalah seorang penulis wanita yang hebat. Fiksi genitnya sukses bikin saya ketawa, deg-degan dan juga penasaraaaannnnnn……

Tito Loho : nah… kalo ini saya juga baru kenal kemarin, belom banyak tau detail tentang dia, yang pasti sih dia handle stasiun TV daaaannn…. horeee sebentar lagi saya masuk tivi loh πŸ˜€ *tunggu tanggal mainnya yah. Halah narsis yah… πŸ˜€#doyoubelieveme?

Seperti kata LoA – Like attracts Like… yang positif narik positif, yang negatif narik yang negatif

Kalo sering deket-deket sama orang hebat, pasti kita ketularan hebat πŸ™‚

Β 

Mental Blocks

Standard

mental-block

Melanjutkan status postingan sebulan yang lalu (OMG, dah lama amat saya gak update blog yah…)

Saya janji mau share artikel yg di tulis oleh Pak Adi Gunawan disini
Di sini pak Adi menggunakan istilah mental block.. mungkin anda sudah familiar yah dengan kata2 mental block, di bandingkan dengan limiting beliefs yg pada dasarnya sama aja

Tp banyak jg dari kita yg msh rancu tentang apa itu mental block yg sebenarnya

Coba baca tulisan pak Adi berikut ini :

Artikel ini saya tulis untuk menjawab banyak sekali pertanyaan yang diajukan kepada saya baik melalui email, sms, ataupun saat seminar. Ternyata masih banyak juga orang yang kurang jelas apa itu mental block, proses pembentukan, cara mengenali, dan yang lebih penting cara untuk mengatasi dan menghilangkan mental block.

Sebelum saya membahas apa itu mental block saya akan menjelaskan kembali proses pemrograman pikiran manusia.

Proses pemrograman pikiran sebenarnya telah terjadi sejak seorang anak masih di dalam kandungan ibunya, sejak ia berusia 3 bulan. Pada saat ini pikiran bawah sadar telah bekerja sempurna,

 

merekam segala sesuatu yang dialami seorang anak dan ibunya. Semua peristiwa, pengalaman, suara, atau emosi masuk ke dan terekam dengan sangat kuat di pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran.

Saat kita lahir, kita lahir hanya dengan satu pikiran yaitu pikiran bawah sadar. Bekal lainnya adalah otak yang berfungsi sebagai hard disk yang merekam semua hal yang kita alami. Sejak lahir, dan sejalan dengan proses tumbuh kembang, kita mengalami pemrograman pikiran terus menerus, melalui interaksi kita dengan dunia di luar dan di dalam diri kita.

Pada anak kecil, yang memprogram pikirannya adalah terutama kedua orangtuanya, pengasuh, keluarga, lingkungan, guru, tv, dan siapa saja yang dekat dengan dirinya. Saat masih kecil pemrograman terjadi dengan sangat mudah karena pikiran anak belum bisa menolak informasi yang ia terima. Ketidakmampuan memfilter informasi ini disebabkan karena pada saat itu critical factor, atau faktor kritis, dari pikiran sadar belum terbentuk. Kalaupun sudah terbentuk critical factor masih lemah.

Pemrograman pikiran saat anak masih kecil terjadi melalui dua jalur utama yaitu melalui imprint dan misunderstanding. Definisi imprint adalah “a thought that has been registered at the subconscious level of the mind at a time of great emotion or stress, causing a change in behavior” atau imprint adalah apa yang terekam di pikiran bawah sadar saat terjadinya luapan emosi atau stress, mengakibatkan perubahan pada perilaku.

Misunderstanding adalah salah pengertian yang dialami seseorang saat memberikan makna kepada atau menarik simpulan dari suatu peristiwa atau pengalaman.

Baik imprint maupun misunderstanding, setelah terekam di pikiran bawah sadar, akan menjadi program pikiran yang selanjutnya mengendalikan hidup seseorang.

Satu hal yang perlu kita mengerti yaitu bahwa semua, saya ulangi… semua, program pikiran adalah baik. Program pikiran selalu bertujuan membahagiakan kita. Program pikiran diciptakan atau tercipta demi kebaikan kita berdasarkan level kesadaran dan kebijaksanaan kita saat itu.

Program pikiran menjadi mental block apabila bersifat menghambat kita dalam mencapai impian atau tujuan kita. Sebaliknya program pikiran akan menjadi stepping block, batu lompatan, bila bersifat mendukung kita.

Panjang banget kan penjelasannya? πŸ˜€
Udah paham sekarang?
Kalo belom paham coba baca postingan saya kemarin tentang kasus si Rosa yg susah dapat jodoh.. dari situ bs di telaah koneksinya….
Mudah2an paham πŸ™‚

 

 

The Secret of Mindset

Standard

the secret of mindset

Lagi cari2 koleksi buku2nya Pak Adi W Gunawan, ketemu bukunya yg berjudul The Secret of Mindset, yg membahas ttg pikiran manusia dan yg menariknya adalah pembahasan mengenai kenapa kt “suka miara” keyakinan2 yg salah (limiting beliefs).
Ingat loh yah… kita bukan sengaja miara tp itu terjadi tanpa kita sadari…

Sebagai cth, cb baca study kasus clientnya pak Adi :

Ada seorang wanita, sebut saja Rosa, cantik, ramah, cerdas, pintar cari uang, dan mandiri tapi sampai saat bertemu saya, usianya saat itu 35 tahun, masih jomblo alias single, belum dapat jodoh.

Rosa juga bingung mengapa ia sulit dapat jodoh. Ada banyak pria yang suka padanya. Namun setiap kali pacaran dan jika sudah masuk ke rencana untuk menikah, selalu muncul masalah sehingga hubungan mereka akhirnya putus.

Setelah dicari akar masalahnya, saya menemukan program pikiran, di pikiran bawah sadarnya, yang sangat baik namun justru bersifat menghambat dirinya untuk bisa dapat jodoh.

Apa itu?

Ternyata ayah Rosa meninggal saat ia masih kecil, usia 7 tahun. Sejak saat itu ibunya yang bekerja keras menghidupi keluarga mereka. Bahkan pernah sampai jatuh sakit dan hampir meninggal.

Nah, pas saat ibunya sakit keras,Rosa berdoa dan mohon kesembuhan untuk ibunya. Dan dalam doanya ia berjanji bahwa ia akan membalas semua pengorbanan ibunya, setelah ia dewasa kelak, dengan selalu menyayangi dan mendampingi ibunya.

Janji ini ternyata masuk ke pikiran bawah sadarnya dan menjadi program. Benar, sejak saat itu dan hingga ia dewasa Rosa adalah anak yang begitu sayang pada ibunya. Selama ini program pikirannya telah sangat membantu Rosa dalam menjalani hidupnya. Rosa bekerja keras, menjadi anak yang sangat mencintai ibunya. Dan ibunya juga begitu bersyukur dan bahagia karena mempunyai anak yang begitu menyayanginya. Nah, program yang sangat positif ini tiba-tiba berubah menjadi program yang menghambat (baca: mental block) saat Rosa ingin berkeluarga.

Program ini mensabotase setiap upaya Rosa untuk mendapat pasangan hidup. Saat saya berdialog dengan “bagian” (baca: program) yang tidak setuju bila Rosa menikah, saya mendapat jawaban yang jelas dan lugas. Ternyata “bagian” ini khawatir Rosa tidak bisa menepati janjinya, menyayangi dan mendampingi ibunya karena bila menikah, menurut pemikiran “bagian” ini, Rosa harus mengikuti suaminya dan meninggalkan ibunya sendiri. “Bagian” ini tidak setuju dengan hal ini.

Penjelasan mengenai apa itu limiting beliefs menurut Pak Adi, besok saya share yah…

Good night

 

Postingan ini saya copas dari FB profile saya yang ini:

Yuk kita temenan di FB:)

Limiting Beliefs – Kisah Nyata saya :)

Standard

limiting belief

(picture source :Β http://agilityleadershipcoaching.com/to-lead-like-a-champion-conquer-your-limiting-beliefs/)

Judulnya menarik banget kan? πŸ˜‚
Padahal mah..ya memang menarik hehehe…
Tadi malam, sekitar jam 8an malam ketika saya sedang makan malam, anak sy yg kls 9 gak mau ikut makan.. dia blg cici lg stress nih… ada soal math yg dia ga bisa..
Saya krn lg lapar (maklum kan plg dari olahraga hehehe) blg dia, yuk kt makan dulu aja lah kerjainnya ntar aja.. ntar mami bantuin (berasa jago krn dulu wkt SD matematika adalah pelajaran favorit saya)
Tapi… tetep dia ga berkutik, stress bener dia sambil mandangin soal sambil dia googling nyari2 soal serupa di internet
Saya, ya lanjut makan lah.. laper hahaha…

Kelar makan sy liat soalnya….pas liat soalnya…otak sy lgs blg “elu ga bisa kerjain soal beginian!”
Liat soalnya aja sy udh males… puyeng!
Dari dulu sy plg ga suka dan ga bisa matematika yg topiknya tentang rumus bangun (limiting beliefs).. krn sy ga suka ngafalin (lagi2 limiting belief).. dan rumus2 itu kan pake hapalan kan? Walaupun ga usah di hapalin jg gpp toh skr banyak di inet.. tp sy rasanya ogaaahhh banget nyari tau cara itungnya
Karna soalnya bukan soal sederhana yg tinggal masukin rumus beres tp hrs tau jalannya…

Beda kalau soal cerita yg kerjainnya pake logika. Nah!!! Saya dah itu mah… krn ga ada yg musti di hapalin cm perlu mikir aja pake logika.. buat saya matematika spt itu yg menyenangkan… pas ulangan ga usah belajar pun pasti bisa kalo logika kt jalan

Back to topik…
Sy sbnrnya udh malessssss nyariin jawabannya, tp ngeliat dia memelas sy ga tega juga..
Tp sy emang ga niat banget utk cari jwbnnya jd pake short cut lah.. sy send ke grups sisters, krn ade sy pinter biasanya πŸ˜‚ trs sy send jg ke 2 temen yg pinter2.. berharap banget ada yg bantu jawab πŸ˜€

Apa daya, sisters lg pd males mikir udah ngantuk katanya πŸ˜‘ sementara 1 teman lg sibuk urus si bontotnya, 1 lg ga baca2 wasap πŸ˜‘

Hmm… akhirnya sy utak atik ampe panas otak.. pdhl baru jg 10 menitan wkwkwk.. yg ada sy jd mabok!
Trs sy blg ke suami saya, kamu aja nih kerjain kan kamu pinter yg gini2an #modus
Tp dia lg sibuk nonton incidius, jd dia suru sy aja yg kerjain πŸ˜‘

Bah!
Males bangeettt hati lgs blg “lu mah ga bs ginian… susah kan? Puyeng tau..”
Tp sisi keibuan sy blg “kasian tuh anaklu, masa tega sih?”

Akhirnya yg putuskan bahwa sy harus cari jawabannya dan hrs dapet!
Cari..cari..cari… waduh udh jam 11 malem… mana blm nonton video utk di sharing lagi.. gawat dah…
Tp otak sy entah kenapa tetep nyuru sy nyari jawaban dan harus dapet jawabannya

Akhirnya stlh bbrp web sy baca2in, mulai sy tau pola nyari jawabannya dannn beruntung bangettt sy nemu web yg ada contoh soal yg hampir mirip.. gak mirip 100% paling mirip 70% tp otak sy udh tau gmn cara simulasiinnya spy bs cari jawabannya
Dannnn berhasiiillll
Yeaaayyy!!!

Seneng banget.. bangga dan puas rasanya. Lgs sy ksh anak saya dan dia pun hepi deh…

Moral of the story :
Ternyata limiting belief bs di kalahkan oleh sifat keibuan, #eh πŸ˜‚ oleh sikon yg mendesak…
Saya jd inget cerita ttg ibu yg mau makan kecoak demi anak nya…

Kesimpulan :
Jadi salah 1 cara ampuh membuang limiting beliefs ya berada di kondisi kepepet.. tp tentunya kita ga mau dong yah berada di kondisi kpepet baru action.. ga enak banget…

Yang benernya adalah saat kita dalam kondisi baik kita berusaha pelan2 buang limiting beliefs kita… caranya gmn?

Besok yah πŸ˜‰
Dah subuh skr

Good night

Note : inilah soal math yg bikin sy puyeng… soal no.5c yg td sy cari jawabannya
contoh soal segitiga kongruen
Thanks in advance

 

Postingan ini saya copas dari FB profile saya yang ini:

Yuk kita temenan di FB:)

Inner Conflict – konflik dalam diri

Standard

INNER CONFLICT
Pernah ga Anda menunda atau bahkan tdk mau melakukan hal yang anda tau banget seharusnya anda lakukan..
Sebagai contoh sy kutip sebagian isi tulisan di blogΒ www.gedesubrata.com yah

Begini ceritanya

Beberapa waktu yang lalu saya asyik berbincang dengan kawan saya di sebuah pertokoan, setelah lama mengobrol, teman saya menanyakan hal yang dirasa ada masalah dalam hidupnya. Kawan saya itu sangat ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah atau KPR tetapi selama ini setiap mau mengajukan KPR selalu ada bagian dirinya yang takut dan kawatir nanti tidak bisa mencicil per bulannya, akhirnya tidak jadi ambil KPR padahal kalau dari sisi pendapatan kawan saya mampu untuk membayar DP dan cicilannya.

Pembaca yang bijaksana, sebenarnya yang dialami kawan saya adalah hal yang kedengarannya β€œwajar” tetapi hal itu sangat mengganggu kemajuan dan pencapaian hidup kawan saya itu. Tetapi lebih dari itu, apa sebenarnya yang terjadi dalam diri seseorang sehingga muncul pertentangan atau konflik seperti itu di dalam dirinya? Mengapa saya sebut pertentangan karena sebenarnya ada bagian diri kawan saya itu yang sangat ingin memiliki rumah sendiri tetapi di sisi lain ada bagian diri yang lain dari kawan saya kawatir masalah cicilanya. Apakah hal ini kalau dibiarkan kawan saya akan mempunyai rumah?

======================================
Source : http://gedesubrata.com/manusia-punya-bagian-diri/
======================================

Itulah salah 1 contoh inner conflict
Pernah ngalamin?

Saya pernah πŸ™‚
Dan saat itu sy di kasih wejangan oleh mentor sy waktu itu yaitu pak Suwandi Chow, dia blg bahwa saya hrs berdamai sama diri sendiri… ikutin yg di ajarin Joe Vitale… tiap hari blg pada diri sendiri (self talk) 4 kalimat berikut ini :
1. I’m sorry
2. Please forgive me
3. I love you
4. Thank you
Lakukan sesering mungkin

Kalau Anda rutin bacain postingan FB saya, maka anda pasti ingat bbrp wkt lalu sy ada posting tlsn yg mirip2 dengan ini…
Kalau belum baca, silakan baca disini :
https://m.facebook.com/photo.php?fbid=322834008048358&id=100009652846596&set=a.137306183267809.1073741829.100009652846596&source=57

Good night

 

Postingan ini saya copas dari FB profile saya yang ini:

Yuk kita temenan di FB:)

Law Of Attraction di Rumah Makan Padang

Standard

contoh law of attraction

Perumpaan Law of Attraction di sebuah RUMAH MAKAN PADANG
=================================
Pada suatu hari Pak Amir merasa sangat lapar dan ingin makan.

Maka Pak Amir pun pergi ke sebuah Rumah Makan Padang untuk membeli makanan.

Tetapi rupanya ada satu masalah. Ketika dia sampai di depan konter, dia tidak tahu pasti apa yang ingin dimakannya.

Hampir semua jenis makanan ada di situ, dan semua tampak begitu menggiurkan, Pak Amir tidak tahu harus memilih yang mana, karena jelas dengan kapasitas lambung yang terbatas, dia tidak akan bisa memakan terlalu banyak pilihan makanan.

Dia harus memilih. Dan dia harus memilih dengan cepat, si pelayan sudah menunggu, begitu juga beberapa orang yang sedang antri di belakangnya untuk memesan.

“Mau makan apa, Pak?” tanya si pelayan menyadarkannya dari lamunan.

Tergagap-gagap karena belum tahu hendak memilih apa, Pak Amir menjawab, “Apa aja deh, pokoknya yang enak.”

Si pelayan bengong, “Tapi semua di sini dijamin enak Pak. Bapak sebenarnya mau makan apa?”

“Saya bingung, nih, mau makan apa. Terserah mbak, deh. Pokoknya saya mau makan, karena saya sudah lapar banget nih. Cepet ya.”

Si pelayan yang tidak habis pikir dengan keeksentrikan pelanggan barunya ini dengan cepat mengambilkan sepiring nasi dan sepotong tempe serta sesendok sambal lalu menyerahkannya ke Pak Amir.

Kemudian dengan cepat pula dia mempersilahkan Pak Amir minggir karena pelanggan di belakangnya yang sudah menunggu harus segera ganti dilayani.

Pak Amir duduk dengan sebal. Dia lapar, tetapi kebetulan dia tidak terlalu suka sambal atau tempe. Dan si pelayan hanya mengambilkan dua macam lauk itu saja untuknya. Menyebalkan sekali, pikir Pak Amir. Tetapi dia sadar bahwa itu salahnya sendiri karena dia tadi toh bilang “Terserah Mbak aja deh.”

Maka kemudian dia berdiri lagi untuk mengantri, saat ini dia sudah memutuskan untuk memilih sendiri menunya, agar pas dengan seleranya.

Akhirnya, gilirannya tiba lagi.

Si pelayan lagi-lagi bertanya, “Ya Pak, mau makan apa?”

“Eh … kayaknya rendang daging, tetelan dan jerohan itu enak banget ya, mbak. Saya mau itu, tapi saya gak ingin tambah berat badan atau naik kolesterol, nih, gimana dong.”

Lagi-lagi si mbaknya bengong.

“Jadinya, Bapak mau makan yang mana?”

“Saya ingin rendang daging, tetelan dan jerohan itu. Tapi saya tidak mau kolesterol saya naik, ya. Bisa gak?”

“Wah, Pak, saya sih cuma ngambilin makanan di sini. Saya gak ngerti soal itu. Bapak sebenarnya mau makan apa, sih?”

“Ya, udah deh, kasih saya rendang itu, lengkap. Gemuk, gemuk deh, kolesterol naik, bodo’ deh. Biarin aja lah,” omel Pak Amir pada diri sendiri sambil memutuskan.

Setelah menerima makanannya, Pak Amir duduk untuk mulai makan.

Tetapi dia merasa sangat bersalah dengan apa yang telah dipilihnya sendiri. Dia tahu dia tidak seharusnya memakan makanan jenis seperti ini demi kesehatannya sendiri.

Jadi setelah beberapa suap, dia berdiri lagi dan kembali mengantri ke depan konter.

Kali ini dia sudah memutuskan untuk meminta makanan yang lebih sehat dan bersahabat dengan badannya yang sudah separoh baya.

“Mbak, saya mau ganti pesanan deh. Saya mau makan gado-gado saja, ada? Itu jauh lebih sehat daripada rendang,” ucapnya dengan yakin kepada si pelayan begitu mendapat giliran.

“Baik, pak. Ada. Tetapi, Bapak harus menunggu sebentar ya, karena menu gado-gado itu menu special, hanya dibikinkan berdasar permintaan supaya selalu segar (Ya, iyalah, ini juga kan Warung Padang, gitchu, masa’ pesan gado-gado, ada-ada aja Pak Amir ini). Jadi silahkan duduk dan mohon tunggu sebentar, ya,” kata si pelayan.

Pak Amir membayar, lalu duduk, menunggu pesanan sepesialnya. Tidak lama kemudian dia menjadi tidak sabaran, karena setiap kali ada pengantar makanan keluar dari dapur, yang mereka bawa bukan pesanannya, tetapi pesanan orang lain.

Dia mulai berpikir jangan-jangan dia tertipu, sebenarnya mereka tidak punya menu gado-gado.

Dia juga mulai kesal karena rasa lapar yang mengganggunya, “Mereka tidak tahu apa aku sudah sangat lapar sekali?”.

Beberapa menit berlalu, dan gado-gadonya belum muncul juga. Maka kekesalannya pun naik ke kepala.

Dengan garang dia mendatangi konter dan menggebrak meja di sana dengan marahnya.

“Mana pesanan saya. Saya itu sudah lapar. Saya mau makan gado-gado sekarang. Mana, mana makanan saya? Sebenarnya kalian ini becus kerja apa gak? Atau, jangan jangan kalian mau menipu saya, gak jualan gado-gado aja bilangnya ada?” Begitu omel-nya panjang lebarnya.

Si pelayan dengan tenang menjawab, “Bapak bilang ingin makan, tapi dari lagak bapak, kayaknya bapak ingin cari gara-gara,” katanya sambil berteriak memanggil dua orang satpam rumah makan tersebut yang bertubuh kekar.

Mereka kemudian mengusir paksa Pak Amir dengan ancaman akan dipanggilkan polisi kalau terus membuat keributan.

Maka Pak Amir pun terusir dari warung itu dengan perut masih keroncongan.

Rencananya untuk makan siang dengan enak dan tenang tidak tercapai.

Tetapi dia belajar banyak hal dari pengalamannya itu dan tahu harus bagaimana lain kali.

Maka, keesokan harinya, kembalilah dia ke rumah makan tadi. Kali ini, dengan tenang dia mengantri, dengan yakin dia menyebutkan pilihannya, membayar, lalu duduk dengan sabar menunggu pesanannya diantarkan.

Ketika menunggu itu Pak Amir melihat bahwa ternyata banyak juga pengunjung lain yang sedang memakan gado-gado, sama seperti pilihannya.

Ini membuat dia yakin bahwa benar gado-gado istimewa yang sehat yang telah dipesannya tadi akan bisa dia dapatkan.

Dia menunggu sambil membayangkan betapa nikmatnya makan makanan yang benar-benar diinginkannya dan yang dia tahu baik untuk kesehatannya, sehingga tanpa terasa waktu berlalu, dan tiba-tiba seorang pelayan telah muncul di depannya dengan makanan yang telah dinanti-nantikannya. Makanan lezat penuh sayuran hijau yang tidak bakal menyumbat arterinya.

Maka makanlah Pak Amir dengan bahagia…

Nah, apa hubungannya dengan LOA?:)
Cerita di atas menunjukkan bahwa benar adanya hukum Law of Attraction memungkinkan Anda untuk mendapatkan apapun yang Anda inginkan.

LoA adalah hukum yang diciptakan Tuhan sebagai sebuah Operating System jagad raya ini untuk memastikan siapapun tanpa kecuali bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka.

Pada cerita di atas :
Law-of-Attraction = pelayan-resto-padang, akan mengambilkan semua pesanan Anda
Ibarat dunia ini sebuah rumah makan, maka LOA adalah si pelayan rumah makan tersebut yang akan mengambilkan makanan apapun yang pelanggannya inginkan.

Ya, si pelayan rumah makan tadi adalah si LOA yang akan mengambilkan apapun yang pelanggannya mau. Tetapi untuk bisa sukses dengan Law of Attraction ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan si pengunjung rumah makan untuk memastikan agar si pelayan bisa mengambilkan apapun yang dimintanya dengan tepat.

Untuk membuat LOA bekerja dengan efektif dalam hidup Anda, agar Anda bisa sukses dengan Law of Attraction, paling tidak ada 4 hal berikut ini yang harus Anda perhatikan.. secara singkat adalah sbb:
1. Anda harus tau dengan benar dan jelas serta spesifik apa yg anda inginkan
2. Anda harus meminta secara eksplisit atau terang2an dan jelas
3. Anda harus kongruen maksudnya harus selaras antara hati, pikiran, tindakan daan kata2 anda
4. Anda harus sabar menunggu

Kira2 begitu lah penjelasan singkat mengenai cara kerja LoA di hubungkan dengan kasus sederhana

Detailnya bs di baca di sini http://www.suksestotal.com/rahasia-sukses-dengan-law-of-attraction-bag2.html

===============
Good night

 

Postingan ini saya copas dari FB profile saya yang ini:

Yuk kita temenan di FB:)

Peluang ada saat orang komplen

Standard

jack ma alibaba

Tadi nonton youtube Jack Ma tentang Never Complaint.. ada bbrp point bagus yg bs saya share (utk reminder sy jg besok2 hehehe)
Jack Ma blg bahwa perbedaan antara org biasa dengan org sukses adalah orang2 sukses:
1. Selalu optimis akan masa depan
2. Gak pernah komplen
3. Selalu berusaha mencari solusi atas setiap masalah
4. Berpikir bahwa opportunity (kesempatan) ada di balik setiap masalah dimana banyak orang komplen!
πŸ˜€smart yah cara pikirnya…
Kadang kita secara reflek komplen akan hal2 yg kita ga sreg… itulah sifat manusia pada umumnya.. hanya sdkt yg bs ambil hikmah di balik komplenan, thats why org sukses gak begitu banyak yah hahaha…

Satu hal lagi sebagai penutup Jack blg bahwa untuk mencapai kesuksesan kita harus kerja keras. Pertanyaannya adalah..kerja keras utk orang lain atau kerja keras untuk diri sendiri?
Jack blg : saya memilih kerja untuk diri sendiri
*bukan mau nyindir karyawan loh…*

Kerja untuk diri sendiri = kerja untuk society/masyarakat
Kata2 ini ga sy translate yah spy lbh pas
Jack Ma blg :
Think about the others because when the others successful you will be success and when the others happy you will be happy

Jadi intinya adalah kerja dengan niat dan hati yang tulus untuk membantu orang, bukan hanya memikirkan keuntungan pribadi saja..

Intinya irip ya sama postingan saya tgl 5 Juli tentang Dani Johnson yang iniΒ https://m.facebook.com/photo.php?fbid=324524767879282&id=100009652846596&set=a.137306183267809.1073741829.100009652846596&source=48

Intinya adalah.. kalau mau sukses atau mau bahagia… maka kita harus membuat org lain sukses atau bahagia tanpa pamrih 😊. Bisa kah???

Pasti Bisa!

Good Night

 

Postingan ini saya copas dari FB profile saya yang ini:

Yuk kita temenan di FB:)