In Memoriam Stefanus Sandy (Top Leader Jeunesse Indonesia)

Standard

Hari Minggu pagi, seperti biasanya saya bangun sekitar jam 7 pagi… dan seperti biasa pula, ketika mata melek langsung cek HP, biasanya ada aja chat dari grup sisters, atau grup SMF atau grup GG atau grup BINUS semalem atau pagi sebelum saya bangun yang belum sempat saya baca.

Ketika lagi asik baca2 obrolan (sambil senyum2 tentunya) dan juga baca broadcast-an pagi hari yang rutin di kirim oleh salah satu temen Binus, tiba-tiba ada message di grup bisnis saya yaitu DASH2 Jeunesse (biasanya sih grup bisnis lebih rame postingan di hari biasa dan bukan di hari minggu pagi)

Karena memang lagi buka whatsapp, ya udah langsung saya buka, isinya :

“Telah Meninggal Dunia Sahabat Tercinta Stefanus Sandy Harjanto (ivan) pada hari Minggu Pukul 00.15 di RS. Mitra Kalideres. Di semayamkan di Heaven
Ruang H & I RS. Dharmais Slipi Jakarta Barat.
Duka mendalam bagi keluarga besar Jeunesse Indonesia atas kepergian top leader dan mentor Pak Ivan.😔
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.Amin.
Teman2, kita bantu doakan pak Ivan agar tenang dan damai di sisi Tuhan.Amin🙏”

begitu baca nama Stefanus Sandy, ada rasa gak percaya, langsung saya baca ulang lagi… ah mungkin Stefanus Sandy lain…., tapi ternyata ada dalam kurungnya yaitu Ivan, tetep mata ini gak percaya, ah rasanya gak mungkin deh…. lalu saya baca 1x lagi, dan yang membuat saya konfirm adalah tulisan Top Leader dan Mentor 😦

Kaget, syok, sedih dan langsung seger (padahal sebelumnya masih leha-leha tiduran di ranjang). Kagetnya luar biasa, syok, gak nyangka banget 😦

Pak Ivan….
Pertama kali kenal beliau tahun 2012, ketika saya di ajak oleh temen lama saya yaitu Suwandi (Internet Marketer Indonesia) untuk mendengarkan sharing bisnis ecommerce terbaru yang katanya bakalan booming di Indonesia. Berhubung sy waktu itu lagi nganggur, baru beberapa bulan resign dari kantor dan udah gak boleh ngajar lagi di Binus, maka ketika Suwandi bilang bahwa dia ada bisnis baru saya langsung tertarik, karena saya emang mau belajar2 internet lagi. Saya pikir “kebeneran nih kalo bisa bisnis bareng Suwandi, secara dia kan udah beken di inet, hehehe”

Singkat kata, akhirnya saya bergabung di bisnis Jeunesse. Saat itu membernya masih belum banyak, dan saya juga sangat aktif datang ke pertemuan-pertemuan yang di adakan oleh Pak Ivan. Pak Ivan ini adalah orang yang membuat Jeunesse jadi besar di Indonesia. Waktu itu kami rutin mengadakan seminar. Saya, Suwandi dan Aldian mengundang Pak Ivan sebagai pembicara utama kami waktu itu.

Di mata saya pak Ivan adalah orang yang sangat optimis, sangat energic dan pantang menyerah. Itu dibuktikannya dengan perolehan peringkat/level yang sangat cepat. Kami banyak belajar dari beliau… Pak Ivan orang yang supel, ramah dan selalu memotivasi kami

Kira-kira 2tahun terakhir saya sudah mulai jarang ketemu pak Ivan, pak Ivan semakin sibuk dengan makin berkembang pesatnya Jeunesse di Indonesia. Setiap kali ketemu dia, dia pasti nyapa saya (dia masih ingat saya walaupun membernya sudah puluhan ribu) dan nanyain progress saya. Bukan cuma itu, dia bahkan ingat member saya yang bahkan jarang hadir ke pertemuan.

Yaaa.. ingatan beliau memang sangat kuat sekali. Beliau orang yang perhatian dan penuh semangat

Walaupun kami jarang ketemu, tapi saya sering baca postingan-postingannya di Fans Pagenya (https://www.facebook.com/top888network), postingan2 yang sangat menarik dan memotivasi banyak orang

Setahun terakhir saya lihat foto2 pak Ivan koq seperti lesu, saya kadang bertanya-tanya apakah beliau sakit? dan pernah ketemu di CP, 2x ketemu 2x juga dia lagi flu berat… tapi bukan Ivan namanya kalo jadi lesu gara2 flu. Ivan tetep semangattttt…….. kaya gak sakit aja sikapnya mah, cuma suaranya aja bindeng 😀

Saya kirain sakit flu2 biasa aja… tapi mungkin saat itu yah memang sakit biasa aja kali yah, cuma karna badannya kelewat cape jadi terpancar dari wajahnya, walaupun dia nya sih tetep semangat

Singkat cerita, kemarin (Selasa, 26 Januari 2017) saya dan Aling dan Deni melayat ke Rumah Duka Heaven di Dharmais. Di sana kami bertemu dengan ibunya pak Ivan. Terlihat jelas dari wajahnya bahwa beliau sangat kehilangan putranya.

Di sana ibu pak Ivan  bercerita kronologis tentang pak Ivan…

Si tante bilang Ivan itu kalau sakit sedikit gak pernah di rasain, dia selalu merasa dirinya sehat, aku ngga apa2 mah… aku cuma sakit biasa…. mamanya udah suruh dia jangan terlalu forsir, istirahat kalau cape… tapi… Pak Ivan orangnya emang ga bisa diam, dia selalu semangat… dia juga selalu membimbing team membernya yang memang sedang berkembang pesat banget belakangan ini. Sampai suatu hari… beberapa belas hari yang lalu, setelah pulang dari acara Jeunesse di Singapore, pak Ivan bilang ke mama-nya bahwa dia cape banget, mau istirahat… menurut mama-nya itu kondisi Ivan udah lemes banget, mau jalan pun lemes, akhirnya di bawa ke RS.

2 hari di ICU, hari ke-3 di pindahkan ke kamar biasa. Keluarga mengira kondisinya sudah membaik, karena sudah tidak perlu di ICU lagi… selama 13 hari pak Ivan di rawat di RS, sampai tiba-tiba hari Sabtu malam menjelang hari Minggu subuh, adiknya pak Ivan yang menunggu Ivan di RS telpon ke rumah, mengabarkan bahwa jantung pak Ivan berhenti berdetak, lalu oleh tim dokter di kasih alat pacu jantung dan kemudian detak jantungnya ada lagi… Buru2 keluarga yang di rumah berangkat menuju RS.

Di perjalanan menuju RS, adiknya telpon lagi mengabarkan bahwa Ivan sudah meninggal 😦
#hati saya miris waktu nulis ini, rasa mau nangis, karena saya pun langsung teringat adik saya yang belum lama ini pergi meninggalkan kami 😦 – miss you a lot my little brother 😥

Kami tanya ke mamanya apa penyakit yang menyebabkan kepergian Ivan? si tante bilang bahwa waktu di cek di RS SGOT dan SGPT-nya tinggi, selain itu waktu di citiscan otak ternyata ada penyempitan pembuluh darah di otaknya 😦

Si tante kelihatan sangat terpukul atas kepergian anaknya, karena si tante bilang Ivan itu gak pernah ngeluh sakit, Ivan selalu merasa dia sehat

Waktu saya tanya “Ivan mah ngga pernah nyusahin kali yah jadi anak?”

si tante dengan cepat lgs menjawab “ngga pernah sama sekali (nadanya tegas sekali menandakan memang demikian adanya), lalu si tante melanjutkan “waktu abis lulus kuliah Ivan mau keluar kota mau bisnis cengkeh katanya, lalu papanya mau kasih uang ke Ivan, Ivan bilang ngga usah Pa, Ivan udah punya…”

Trus, Ivan juga sering ajak tante ke mal, bilang “mama ke mal yuk, mau beli apa pilih aja ntar Ivan yang bayar”

Trus kalau lagi duduk ber2, tapi mama-nya agak jauh (misal sebrang-sebrangan), Ivan pasti bilang “mama duduknya sini aja (sebelah Ivan) jangan jauh2”

Ivan juga sering bilang “Ivan mau berbakti sama mama”, dan menurut si tante ngomongnya berkali-kali, setiap ada kesempatan selalu bilang seperti itu

Duuhh…. hati ini rasanya gimana ya :'(, terus terang saya tidak menyangka kalau perhatian dan perlakuannya bisa sebegitunya ke ortunya, karena biasanya di bisnis kan beliau wibawa banget… tapi orangnya emang perhatian sih, cuma ngga nyangka aja anak cowo bisa seperti itu ke mama-nya 😦

Si tante bilang, Ivan emang begitu, baik ke semua orang bukan cuma ke tante dan papanya aja, ke neneknya juga sama, sayang banget… sambil nunjuk neneknya Ivan yang sudah berumur 91th yang nangis terus selama saya lihat di rumah duka

Saya dan kalian pembaca pasti dapat memahami gimana perasaan orangtua dan terutama neneknya di tinggal pergi oleh anak dan cucunya… Mungkin kalau saya jadi neneknya saya akan berkata “kenapa gak saya aja yang Engkau panggil pulang Tuhan? saya sudah tua sementara Ivan masih energic”

Namun, tentu saja kita tidak dapat memilih.. lahir dan mati semua sudah di tentukan oleh Tuhan, kita sebagai manusia hanya bisa berserah tapi tentunya kita pun harus bertanggungjawab atas hidup yang di berikan Tuhan, sudah sepatutnya kita menjada baik2 kesehatan tubuh kita sendiri dan jangan lupa untuk terus menebar kebaikan kepada semua orang, karena kita tidak tahu sampai kapan Tuhan mengijinkan kita menikmati indahnya dunia ini.

Pak Ivan sudah menjadi berkat bagi banyak sekali orang di Indonesia. Berkat beliau banyak orang sudah mengalami transformasi terutama dalam hal finansial. Ribuan orang berduka atas kepergian pak Ivan, bukan cuma orang Indonesia melainkan juga member-member dan sahabat2 pak Ivan di Jeunesse yang berada di negara lain. Di Jeunesse saat awal2 Jeunesse berdiri, Pak Ivan adalah Ruby tercepat di seluruh dunia, oleh karena itu beliau sudah sangat di kenal di Jeunesse all around the world

Ucapan2 belasungkawa datang bertubi-tubi, di rumah duka maupun di sosial media. Berikut ini adalah ucapan belasungkawa dari Scott Lewis (CVO Jeunesse Global, anak dari owner Jeunesse Global) pada status postnya hari ini : https://www.facebook.com/scott.a.lewis.10?fref=ts

ivan

ratusan orang turut mengucapkan belasungkawa di postingan ini dan ratusan orang melakukan share postingan ini.

 

Jeunesse berduka….

Tapi saya yakin, saat ini Pak Ivan sudah sangat senang di surga… perjuangannya di dunia sudah selesai… perbuatan baiknya sudah dia tabur, tugasnya sudah selesai di dunia. Tuhan sangat menyayangi dia, oleh karena itu Tuhan memanggil dia di usianya yang baru 40th.

RIP Pak Ivan

You always be missed!

Ivan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s